Senin, 27 Oktober 2008

Let's go to Solo, monggo ...

Setelah beberapa lama gak "ketemu", ini oleh2 keluarga kecil kami dari Solo. Iya, 5 hari kemarin, persisnya dari hari Rabu mpe Minggu, saya, suami, Tole dan si bubba, pergi ke kota kecil yang sedang menuju ke MICE. Monggo disimak .....

Sore hari pertama di salah satu kota batik ini kita habiskan dengan jalan2 di sekitar Jl Slamet Riyadi yang merupakan "orchard"nya aka city walknya Solo. Lumayan enak, suhu udara saat itu kurang panas dari Jakarta, apalagi dengan pohon2 besar yang menaungi trotoar membuat suasana lebih terasa adem ayem. Kesibukan warga kota Solo dalam menyambut event internasional ini sudah terlihat di jalan-jalan. Makan malam kami hari itu cukup di hotel tempat kami tinggal, ROEMAHKOE bed and breakfast. Makanannya enak dan harganya OK banget.

Tentang ROEMAHKOE yang terletak di jl Dr Radjiman 501, Kampung Laweyan, dulunya adalah markas BUDI OETOMO dan arsitektur dan perabotannya juga masih asli pastinya bikin saya dan suami yang emang berselera njawa dan jadul, jadi jatuh cinta sama Roemahkoe ini. Kaca patri menghiasi jendela2 di tempat penginapan ini. Kursi, meja, kaca rias, lampu, antai, pintu, jendelanya, betul2 terawat, makanya bisa awet sampai saat ini. Seperangkat alat gamelanpun melengkapi suasana jawa di ROEMAHKOE. Suara gemericik air yang berasal dari beberapa kolam ikan kecil di sini, membuat suasana liburan kami tambah berkesan. Belum lagi suara toke dan kodok yang kadang bisa terdengar "nyanyiannya" di malam hari. Service dan keramahan staf ROEMAHKOE ? Jangan ditanya, mereka dengan senang hati membantu kita, apalagi saya dan suami yang membawa bocah kecil yang tidak bisa diam, sungguh merasakan pelayanan mereka patut diacungkan jempol. Tidak saja mereka membolehkan si musisi kecil kami memainkan gamelan dan berlari di lorong2 ROEMAHKOE, mereka juga mengajarkan ke Tole beberapa kata dalam bahasa Jawa, top gak tuh ! Sarapannya memang tidak sperti di hotel2 yang menyediakan beberapa macam makanan sekaligus, melainkan 1 malam sebelumnya, mereka memberikan 4 pilihan menu sarapan kepada tamu. Dan di sore hari, mereka menyuguhkan minuman teh atau kopi beserta nyami'an, seperti serabi solo, roti gulung pisang, pisang goreng dengan taburan gula halus dan bubuk kayu manis yang tentunya buatan mereka sendiri.




Hari kedua di pagi hari, kita pergi ke Pasar Klewer. Tujuannya ? dah pasti beli oleh2 n tuk diri sendiri. En ada satu toko yang bikin saya seneng banget, apa itu ? Toko pengantin yang pastinya menjual semua pernak pernik pengantin dan penari. langsung deh ngeborong di sini, gak cuman tuk saya aa sih tujuannya, tapi tuk temen2 penari di Paris juga. So kalo ada kesempatan ke Paris kan bisa dijual tuh, harganya sih lebih murah dari di jatinegara yah. Lis, beli nih kalung, anting n gelang, bagus2 lho ...... hehehehehhe Di Pasar Klewer ini para penjualnya juga sangat sopan dan baik, tidak ada yang memaksa n harga yang diberikan juga tetap harga lokal walaupun mereka jelas2 melihat warna kulit suami saya yang jauh berbeda dengan warna kulit mereka. Mas kecil ? 5 menit setelah sampai di pasar, dengan diapun tidur di dalam baby strollernya dengan dikipas-kipas sama susternya.


Dari pasar, setelah muter2 sekitar 2 jam, rumah makan Adem Ayem di jl Slamet Riyadi, jadi tujuan berikutnya guna memenuhi panggilan cacing2 di perut kami. Makanannya, lumayan deh, timlonya cukup enak, tapi kok gak pake daun sedap malam ya ? gak ngerti deh, yang penting rasanya enak. Tolepun makan gak susah, dia mau makan timlonya juga. Selesai makan, pulang, istirahat sebentar trus lanjut lagi jalan2 ke rumah2 batik yang banyak ditemui di belakang ROEMAHKOE. Saya dan suami jatuh cinta dengan suasana kampung batik ini. Masih banyak rumah2 kuno yang terawat atau juga rumah2 khas Jawa yang tertata sederhana dan apik, mengingatkan saya pada rumah eyang saya. Pagar rumah2 bergaya tempo doeloe ini adalah tembok tinggi (sekitar 2m) dan memiliki pintu pagar yang besar sekalian atau yang besar tetapi terbagi 2 (atas dan bawah). Di tembok rumah2 tersebut juga kadang dukir dengan motif batik yang menunjukkan bahwa itu memang kampung batik. Kampung ini bersih sekali dan cukup hijau. Air di got seringnya terlihat biru tua tapi tidak berbau dan ternyata memang pemerintah lokal cukup baik dalam hal menangani limbah yang dihasilkan oleh pembuatan batik. Kami singgah di beberapa rumah batik, tapi sayangnya, para pembatik sudah pulang, hanya di rumah batik terakhir, Toko Cempaka, yang masih ada 1 bapak pembatik yang sedang mencap di atas kain mori. Cukup puas berada di toko ini, yang empunya menjelaskan makna warna2 dalam filsafah batik Solo. sebuah kemeja dan sebuah syal serat nanaspun menambah muatan koper kami. Ngapain Tole ? Mas kecil ini tidur dengan pulas di baby strollernya, wong anginnya semilir semilir membuat mata jadi berat.


Makan malam kali ini, rombongan kecil kami ini memilih GALABO (Gladak Langen Bogan) yang terletak di samping pusat grosir Solo. Apa sih GALABO itu ? Jadi itu adalah tempat makan kaki lima (yang merupakan jalan raya yang kalau malam hari ditutup) yang menawarkan 50 kedai yang menjual makanan khas Solo, sperti tengkleng, timlo, nasi liwet, tahu kupat, dll. Seperti warung roti bakar Edi yang di belakang Al Azhar deh prinsipnya. Gimana rasanya ? Tahu kupat dan ayam prestonya cukup enak.

Jum'at, rencananya sih hari ini mau ke Tawangmangu dan candi Sethu. Tapi berhubung malam sebelumnya hujan deras dan dini harinya si bumil mendapat kontraksi palsu pertama, jadi rencananya gagal, tujuan dialihkan ke dalam kota Solo aja. Iya, lagi asik2 tidur tiba2 terasa mules dan kenceng di perut bagian bawah dan punggung bawah belakang selama 15 menitan deh. Zaman hamilnya Aurele, kontraksi pertama itu saya rasakan 7 minggu sebelum Tole lahir dan menghasilkan 2cm pembukaan. Smoga yang ini gak "menghasilkan" apa2 deh ! Hari ini jalan2 ke kraton Mangkunegaraan dan dilanjutkan ke Taman Sriwedari. Mas kecilpun seneng banget karna dia bisa lari2 di pendopo yang konon terbesar di Indonesia dan bisa liat seperangkat gamelan komplit.


Acara isi perut dilanjutkan ke daerah Triwindu yang terkenal dengan toko2 buku bekas dan barang antik, tapi lagi ada renovasi jadi banyak pedagang2 yang pindah tempat ke daerah lain. Aurele gak begitu nafsu makan makanan utama, untung tetep semangat minum jus buah yang sudah dipesan tanpa gula dan nenennya juga semangat 45. Tujuan berikutnya adalah ke Museum Danar Hadi yang juga merupakan pabrik dan butik, jadi kalo pegawainya itu bilang, "one stop shopping bu". Museumnya tertata apik dan koleksinya juga bagus. Dari jamannya Belanda, Cina dan Jepun, India, bisa ditemukan di sini. Suami dan saya yang memang pecinta kain mpe ilernya ngeces-ngeces ngeliat hasil karya anak bangsa Indonesia ini. Aurele ? Sami mawon dong, dia bilang, "Wwwwwwowww, maman, kain, nali (nari)" dengan muka yang amat antusias (heheh ketauan banget deh anaknya siapa). Gak lama abis terkagum-kagum si mas kecil yang ganteng inipun ngerengek karna ngantuk, akhirnya si mas kecil muter2 di bagian pertama museum ini dengan si susternya sementara saya n pacar merangkap suami, lanjut melihat koleksi yang lain. Di sini, saya dan suami dapat kesempatan tuk liat proses pembuatan batik langsung di pabriknya. Dulu, parik Danar Hadi terletak di jl Dr Radjiman di kawasan kampung laweyan. Buat suami saya, ini pemandangan yang luar biasa dan buat saya ? Meski ini bukan pertama kalinya saya ke Solo, namun tetap saja buat saya kota ini selalu menarik untuk dikunjungi. Jalan2 di Danar hadi ini kami akhiri dengan beristirahat sekalian berbelanja di butiknya. Taplak meja idaman akhirnya didapet di sini, hehehe ....

Kembali ke hotel dan istirahat sambil menyeruput teh hanget ditemani oleh serabi pisang yang masih panas, membuat kami bertenaga kembali untuk meneruskan acara jalan2 sore di Kampung Laweyan. Di tengah jalan, kedai yang menjual apem Solo masih buka walaupun cuman ada 6 apem yang tersisa, menuruti hawa nafsu si bumil, dibelilah 4 apem klasik yang rasanya uenak tenan, wong Tole aja suka kok, minta nambah lagi, hehehhee Tujuan kami sore itu adalah Batik Gunawan yang gerainya bisa dijumpai di Pasaraya Grande Blok M. Batik Gunawan ini cenderung ke arah batik modern, baik dalam proses pemilihan warna dan motif batik yang tergolong baru. 1 blus tuk bumil, 1 blus mertua dan 1 kemeja tuk teman suami kami bawa pulang dengan suka cita.
Makan malam di ROEMAHKOE saja, mengingat si mas kecil kliatan dah ngantuk n bumil juga mau kondisi badan biar tetep fit.

Sabtu ini, acara jalan2 difokuskan ke pasar Triwindu tuk liat2 ke toko antik. Perburuan tidak sia2, sebuah gantungan kain dan alat pencap batik bis akami dapatkan dengan harga menarik. Sayangnya, si mas besar tidak begitu suka dengan lampu tempel dari perunggu berbentuk gunungan yang saya taksir. Sementara si Tole asik liat barang2 yang lain di depan toko yang notabene di pinggir jalan sambil "main" dengan cucu si empunya toko. Anteng plenteng deh si anak ganteng ini, tambah sayang sama kamu deh nak ! Dari sana, perjalanan kita lanjut ke Pasar Klewer lagi cos mo cari oleh2 tuk teman, tapi sayangnya gak ada n pasar agak penuh , kurang OK suasananya tuk wiken ama anak kecil sambil bawa baby stroller. So kami putusin tuk cabut dari situ n langsung ke Warung Pecel Solo yang ada di jl Supomo. Pecelnya uenak tenan dan suasananya asik bener, plus diiringin dengan iringan lagu seorang ibu yang diiringi dengan kecapi dan gendang di pintu masuk, membuat acara makan siang kami jadi special.


Di sini Tole mulai keliatan eneg makan nasi selama 3 hari berturut-turut, walhasil cuman jus alpukat yang masuk ke dalam perutnya dia. Gak papahlah, toh alpukat juga berat. Sambil jalan bisa ditawarin roti. Pecel di sini, bisa ditemani dengan lontong, nasi putih atau nasi merah. Bumbu kacangnyapun ada 2 macem. Sayurannya ? Ada kenikir, daun pepaya, trambah, daun apalagi yah, lupa, pokoknya ada 5 ajah ! 1 gelas es kunir asem, 1 gelas jus alpukat, 1 piring nasi pecel dan sepiring berdua hidangan penutup (campuran, tiwul, gawuk, ongol2, getuk, ada 1 lagi yang saya gak tau namanya), meluncur dengan lancar ke dalam lambung saya.

Dari sana, balik ke tempat penginapan dan istirahat sambil mencicipi fasilitas pijit di sana, saya n suami sepakat ambil perawatan Foot Spa. Enak banget deh rasanya dipijit kakinya setelah banyak jalan kaki. Sementara mas kecil sibuk mempersiapkan konser gamelannya. Ya, kalo di ROEMAHKOE, tiap sabtu malam ada pertunjukan gamelan. N pangeran kecil kami sudah tidak sabar bergabung dengan tim gamelan ROEMAHKOE itu, hehehe ....

Hari terakhir. Minggu pagi sudah dijadwalkan untuk melihat latihan tari di Kraton Kasunanan jam 10 pagi. Aurele ditinggal sama susternya (sambil diberi wejangan si susternya, heheh) soale sewaktu kita mo berangkat, si pangeran kecil ini minta tidur sendiri, so akhirnya didorong2 sama susternya di baby stroller di ruang tamu di kamar kita. Bumil dan si mas besar bisa pacaran lagi nih aka jalan2 berdua aja, hehehe nyampe di sana, kita keliling di bagian belakang cari tempat dimana para penari latihan. Setelah nyari2 gak ketemu, akhrinya numpang tanya sama si mbak2 penjaga loket dan dari beliaulah didapat informasi bahwa latihan tari diadakan di pendopo depan. Berputarlah kita ke sana, dan ternyata, sudah telat, mereka baru saja meninggalkan kraton karna latihan sudah selesai. Emang sih kliatan salah satu penarinya yang masih memakai kain panjang dan sampur bersiap-siap naek motor untuk pulang. So, langsung puter kendali deh, acara dilanjutin ke Jl Slamet Riyadi, kebetulan hari itu ada bazaar di sepanjang "orchard roadnya" kota Surakarta ini. Dan tebak apa yang saya dapat ? 2 buah kalung idaman dan sepasang anting yang terbuat dari tembaga yang dibakar. Si empunya kios ini namanya mbak Abel yang emang berkreasi sendiri dan menerima pesanan. Sayang blus batik yang saya taksir ukuranya cuman 1, S ajah, dijamin gak cukup dengan kondisi saya yang akan menyusui setelah melahirkan nanti. Ya wis, bukan rejeki ......


Kesimpulan dari jalan2 keluarga kami kali ini : ASIK dan SEMUANYA PUAS. Fasilitas transportasi umum, seperti taksi misalnya, walaupun tidak terlalu mudah didapat (tergantung daerahnya), tapi pelayanannya bagus, supirnya baik dan sopan2. Tole dapet kesempatan belajar lagu2 anak dalam bahasa Jawa lagi, kayak "lir ilir" dan "gundul gundul pacul". Tole senang, dan bisa tidur bagus even bangun tidurnya selama di sana jadi 1 jam lebih cepat. Ada beberapa kata baru yang dia dapat di sini, kayak : tasi (taksi), koket (toke'), cica' (cicak), kasy (cache - bhs perancis, artinya ngumpet), jingjing (rebab), lompat, apalagi yah ? Yang jelas si Tole seneng banget ama taksi n pengennya manggilin or naek taksi terus. Papa n mamannya Tole ? Senang banget dong, apalagi mamannya, belum tentu dalam waktu dekat bisa jalan2 lagi, bentar lagi kan udah ada larangan terbang. Di bandara Jkt atau Solo aja sebetulnya sudah ditanyain surat keterangan dokter tentang kehamilan sementara si bumil ini baru tahu bahwa kalau bepergian dengan pesawat, even di bawah 7 bulan kehamilan, tetap harus menunjukkan surat itu. Makanya rencana beli oleh2 cemilan di bandara Adi Sumarno gagal total karena waktunya sudah mepet tuk ngurusin si surat keterangan dokter itu. mmm pelajaran deh tuk lain kali ! Kapan lagi yah jalan2 ?

Inilah gayanya si pangeran kecil waktu berkolaborasi dengan para seniornya sementara papa mamannya makan malam.

video

Rabu, 15 Oktober 2008

Selamat Ulang Tahun Sayang

Hari ini pangeran kecilku genap 2 tahun usianya. Gak trasa bulan demi bulan berlalu dengan cepat, sepertinya baru kemarin dia baru bisa berjalan, sekarang sudah bisa lari kencang dan lompat2 di tempat tidur walaupun sudah dikasih tahu berkali-kali bahwa itu bukan trampolin. Dah bisa apaaja nih si mas kecil ? Tambah pinter request lagu di youtube kayak "aku" (anak gembala - Tasya), "apa" (sedang apa), "tcut tcut" (naik kereta api), "kakak" (if you're happy), "lolo" (row row your boat", "allah" (tari saman - aceh), "alamak" (tari rentak besapih - jambi), dll. Gak lupa si pangeran kecil ini udah gape juga aktifin "play" and "off" tuk youtube. Soal nari dan gamelan ? Alhamdulillah masih suka, hampir tiap hari "main gamelan" n nari juga di rumah sama mamannya, hhheeee Kalo ngomong, kosa katanya sih tambah banyak tuk bahasa Indonesia, Perancis ataupun Inggris.

Selamat Ulang Tahun Anakku Sayang ........ Smoga kelak dirimu bisa menjadi orang yang bisa mengisi hidupnya dengan hal2 yang baik dan berguna.

Bangun tidur acaranya langsung buka kado dari papi mami n papa maman

Acara tiup lilin di sekolah

Tiup lilin di rumah


Selasa, 14 Oktober 2008

Bawaan anak atau bawaan emak ?

"Ya ampun, perut dah ndut tapi kok masih semangat aja sih ke Tenabang n ke Prumpung ? Itu bawaan si jabang bayi atau emang emaknya aja ?" ....
Itulah celoteh beberapa teman saya setelah mlihat aktifitas bumil ini dalam 5 hari terakhir. Abis, emang ada yang dicari sih, n kebetulan saya ngerasa masih sanggup jalan2 ke 2 tempat itu, yang penting bermodalkan tissue basah aja, kalo ada bau asep kendaraan bermotor atau bau2 yang lain, indra penciuman saya ini bisa ditutup selama beberapa waktu. Hari Jum'at saya ke Prumpung ampe 2 kali, kenapa rajin bener ? Kalo bukan karna mo ngecek pesenan piano tuk kadonya Aurele yang juga gak ampe begitu deh, hehehhe pagi ke sana, janjian dengan Maya, tapi ternyata belum masuk toko barangnya, tapi sudah dibeli. Makanya saya kembali lagi ke sana sekitar jam 18.30 dengan rombongan kecil, ada eyang, ada tante plus anaknya n gak ketinggalan si mas kecil yang selama 45 menit di sana senang sekali liat pembeli yang mondar mandir di toko itu n pada pegawai toko yang berseliweran bawain barang masuk ke Toko dari sebuah truk kecil. N akhirnya .... muncullah piano kecil yang sudah saya tunggu2 selama kurang lebih 1 bulan. Langsung dicoba-coba sebentar n abis itu cabut deh. Seneng deh ama si piano kecilnya, suaranya OK n dijamin si Tole pasti suka nih. Tapi belum diinstal, rencananya besok pas ultahnya Tole. Sayang anak sayang anak .. hehehe.....

Nah, kalo ke Tenabang (kalo kata orang Betawi), hari Kamis dah ke sana, cari beberapa barang n berhubung masih banyak yang tutup toko2nya, jadi makanya hari Senin pagi aya n eyang kembali lagi ke sana. Alhamdulillah barang2 yang diperluin cepet dapet, semua walaupun masih banyak toko yang tutup. Tapi balik lagi deh minggu depan ke sana. Doyan bener sih ? Ya iyalah, di sana saya bisa puas beli bahan katun bagus2 di satu toko fave, (toko BUDI MULYA, blok F) trus di blok A, bisa pesen sprei berkualitas bagus dengan harga lebih murah pastinya dibanding dengan di mall, (toko KITA n CATRA, lt B2) trus bisa juga beli bajunya Tole, sisa export so kualitasnya bagus (toko CITRA BUSANA, lt SLG) dan toko baju tidur yang bahan n jaitannya kuat (toko PIZERL di lt 6), buat temen2 yang pengen tau detil tokonya, jangan malu2 nanya ke saya yah, daripada muter2 kebingungan di Tenabang kan ? hehhee ....

Salah satu pemandangan di toko bahan sprei KITA (dia jual sprei/bed cover yang dah jadi ataupun pesen) persis di tumpukannya bahan sprei KING KOIL.

Contoh sprei tempat tidur Tole dengan kualitas kain katun menengah

Dari jamannya belum nikah, memang saya adalah satu fansnya Tenabang karna si eyang kan bisnisnya jait menjait atau kain2 tradisional dari sana, jadi udah biasa deh ke sana. Lagian, aji mumpung untuk saya, karna mumpung tinggal di Jakarta, nanti waktu kembali ke Paris kan udah ndak bisa lagi toh ..... Ayo, siapa mo ikut ke sana minggu depan ? hehheee

Nah, kalo ini posenya si mas kecil yang disayang lagi jalan2 di taman

Kamis, 09 Oktober 2008

Crita abis lebaran

Acara sibuk berlebaran dengan keluarga udah selesai so minggu ini adalah waktunya ketemu temen2, teman2 saya n Aurele juga yang kebetulan masih libur sekolah. Setelah SMS2an, akhirnya kesampean juga maen ke Prefere 72 ama Disa n Brenda disertai bocah2nya yang lucu hari Rabu kemarin. Dewi tadinya mo ikut ternyata gak bisa. Laen kali ya Wi ... Ada Maya juga deh, temen sekolahnya Tole yang kebetulan tinggalnya gak jauh dari kita. Lucu n seneng liat mereka lari2, lompat2 n nyobain semua permainan, serasa gak ada capeknya. Apalagi Tole hari itu gak tidur sama sekali, padahal paginya itu sengaja aku ajak main di skolahnya yang lama, Discovery Center, Menteng (bisa datang kapan kita mau) supaya dia capek n jadinya siang itu bisa tidur enak. Tapi itu ternyata cuman harapan, emang kadang nih si jagoan kecil kalo dah dibilangin mo ada temen yang ke rumah atau mo ketemu temen di luar rumah, dia jadi terlalu excited, dah kebayang pengen cepet2 ketemu n bisa main bareng, walhasil gak tidur siang juga. Tapi gak papah deh, yang penting tetep mau makan bagus n gak rewel karena ngantuk. Cuma dah hampir tidur aja waktu main ayunan.
Buktinya mereka hepi bener ? Monggo diliat yang di bawah ini ....





Gimana dengan perut ? Dijamin udah tambah seksi alias tambah maju perutnya. kalo dari belakang sih gak kliatan hamilnya, tapi gitu dari samping, hehehheeeee kayak ada bola nempel gitu. Gerakan si bubba pastinya tambah terasa n kalo mamannya lagi ngobrol atau lagi denger musik, sering banget si bubba beraksi, ya lah .. dah masuk minggu ke 24 soale. Gak trasa deh. Sampe saat ini semuanya masih normal, masih kuat pergi ke Tanah Abang, masih bisa ke Ps Mayestik, masih bisa kasih ASI, masih suka "gak sengaja" lari (lupa kalo hamil)., cuman gak kuat aja ama yang namanya polusi udara dari asep kendaraan n bau rokok, bisa langsung pusing dibuatnya deh. Wong, gak hamil aja udah sensitif idungnya. Si mas kecil tambah semangat tuk ngobrol sama adeknya karna perut mamanya dah kliatan toh, jadi dia tambah yakin kalo emang ada sesuatu di dalamnya. Urusan cium mencium perut si maman, mmmm jangan tanya deh, sampe2 kadang di tempat umumpun dia pengen buka bagian depan baju mamannya tuk kasih ciuman. Kalo lagi main sesuatu, Tole suka nunjukin ke si "adek" sambil bilang (misalnya), "baby, ini tcut tcut (kereta api)", atau dia kasih potongan kejunya ke si "adek". Pinter euy bebe maman, smoga sayang terus sama adek ya nak .... adek pasti juga sayang sama masnya. Je vous aime tous les deux.

Kiriman PR dari Astrid baru aja bisa dikerjain (sok sibuk bener nih bumil)

Monggo dilirak lirik ....

Empat Kerjaan

Menyiapkan anak n suami tercinta sebelum berangkat beraktifitas
Masak tuk penghuni rumah, kalo toh ada pembantu, biasanya si mbak yang motong2
Main sama Aurele
Membikin postingan dan blogwalking


Empat Tempat Tinggal

Jakarta – saat lahir sampai 2002
Paris - dari setelah nikah sampai 2006
Tokyo - 2006 sampe 2007


Empat film yang udah 100x ditonton

God Father
Friends
Barney
rasanya baru 3 itu sih



Empat TV show favorit

4 Mata
Cita-citaku
Jalan Sesama
Kick Andy


Empat Makanan Favorit

Coklat
Somay ikan
Arem-arem
Ice Cream


Empat situs favorit


Parenting
Hanya wanita
Tempo
Nakita



Empat Target Berikut


Debbie
Dewi
Febrie
Vera


Jumat, 03 Oktober 2008

Mohon Maaf Lahir dan Batin


Seiring embun di pagi hari, setulus rasa ungkapan di lubuk hati yang paling dalam, "Mohon Maaf Lahir dan Batin, Selamat Hari Kemenangan, Semoga Allah memberkati kita semua".