Sabtu, 23 Januari 2010

22 Januari

Tanggal ini menjadi tanggal yang penting tuk saya, ulang tahun saya masih sebulan dari sekarang dan hari ini juga bukan hari jadi saya dan suami, tapi jelas hari itu akan jadi hari yang tidak pernah terlupakan dalam hidup saya.

Hari ini ada surprise besar yang membuat bibir saya terbuka untuk 1 menit. Hari ini saya merasa terharu karena ternyata Tuhan menitipkan calon bidadari kecil atau pangeran kecil di rahim saya. Hari ini saya merasa jatuh cinta atas kehadiran segumpal darah yang menempel di rahim saya. Hari ini saya bingung dengan fakta baru yang di luar dari perencanaan saya dan suami. Hari ini saya merasa sedih karena harus kehilangan calon buah hati yang ke 3. Hari ini saya marah tapi tidak tahu pada siapa. Hari ini saya merasa jadi aktris sinetron yang harus menutupi kecamuk dalam hati saya ini pada semua orang rumah saya. Hari ini saya merasa tidak mau melepas pelukan suami tercinta saya karena disanalah tempat saya melepas semua rasa dan beban. Hari ini saya juga mencoba untuk ikhlas.

Love u so much nak ...

Senin, 11 Januari 2010

2 atau 3

Punya anak 2 menurut saya dan suami adalah ideal. Punya anak 3, kalo emang siap secara materi dan mental, kenapa gak ? Masih belum termasuk keluarga besarlah kalo dalam kamus saya. Tapi kalau yang punya anak 3 ?????

mmmmmmmm jawabannya ngambang karna ada pro n kontranya. Di lubuk hati saya yang paling dalam (n suami juga sih), adalah rasa kepengen punya anak yang ke 3. Bukan alasan karena siap materi n mental, tapi melainkan lebih ke rasa penasaran tuk punya anak cewek. Gen laki2 di keluarga suami amat kuat, dibuktikan dengan adanya 4 cucu yang kesemuanya laki2 yang berasal juga dari 2 anak laki2 dan kebetulan juga mertua saya yang laki2 memiliki kakak laki2 yang punya anak 2 laki2 juga yang mempunyai 1 anak laki2 dan 2 anak perempuan. Sementara dari keluarga mertua yang perempuan, jumlah laki2 dan perempuan sama aka tidak ada yang berat sebelah. Tapi kalau dari pihak keluarga saya ? Cenderung laki2 juga. Tidak perlu dijabarin karna ayah saya adalah 11 bersaudara dan ibu saya 6 bersaudara.
So saya mengerti banget kalau mertua saya masih ada sedikit harapan untuk memiliki anak perempuan dari saya n suami, terlebih dari orang tua saya. So far saya dan suami tidak ada rencana tuk kasih adek ke Aurele n Flavien tapi kalau suatu hari ternyata saya "kecelakaan" aka hamil lagi dan ternyata anak yang ke 3 adalah laki2 juga ? Dijamin "pabrik" tutup deh. Gak perlu pake acara penasaran lagi, hehehehheeeee Kalau suami saya sih lebih terserah kepada saya sebagai istrinya, karna kalo toh punya anak 3, pastinya saya yang akan lebih banyak di rumah tuk mengurus keperluan anak2 (at least tuk saat ini, karena saya tidak punya pekerjaan tetap).

Kenapa gak mau punya anak 3 ? Jawabannya simpel, seperti tujuan dari keluarga berencana di Indonesia : demi memiliki keluarga yang sejahtera. Terlebih lagi dengan tempat tinggal prinsipal saya yang memang sejak menikah bukan lagi di Jakarta melainkan di Paris. Dipastikan biaya hidup lebih mahal lagi dengan memiliki 3 anak. Kalo tinggal di Indonesia selamanya sih, gak masalah yah.



1. Tiket tuk liburan harganya bisa bikin "mata sakit" (kalo tuk ke Indonesia terutama), kalo
sekarang aja harga tiket tuk high season (ini gak bisa dihindari, kalao anak dah sekolah, mau
gak mau pergi liburan ke Indonesia adalah di masa liburan panjang sekolah, seperti Juli dan
Desember) adalah sekitar 1500 - 2000 euro, berarti kalo ada 5 orang kan 10.000 euro aka
kurleb 30 jeti. Itu baru tiket Paris-Jkt-Paris yah,belum lain2. Sayang kan ????
2. Kalo pergi kemanapun berarti biaya hotelpun juga nambah
3. Dari kepindahan kami ke Jakarta, saya suka cek2 di internet tuk apartemen yang punya 3
kamar tidur yang mau dijual di daerah saya, Paris 12 - Nation. N hasilnya 0. Pengennya kan dapet apartemen yang punya 3 kamar tidur deh, biar 1 anak punya 1 kamar sesndiri. Tentunya hal ini jadi pertimbangan tuk punya anak yang ke 3 cos apartemen yang kami punya saat ini adalah apartemen dengan 2 kamar tidur, sebetulnya tadinya ada 3 kamar tidur, tapi kamar tidur ke 3 dijadikan ruang makan dan mengingat mebel kami yang tidak sedikit dan terbuat dari
kayu jati dan berukuran "tidak mini", tidaklah mungkin kalau ruang tamu digunakan sebagai ruang makan juga. Sedangkan untuk "bergeser" ke luar daerah Nation, kami belum kepengen, masih niat mo cari di Nation tercinta ini yang strategis untuk urusan transportasi dan berfasilitas lengkap tapi tetap aman dan tidak padat. Do'ain bisa dapet apartemen yang lebih besar di Nation ya temen 2 .....
4. Dengan kondisi saya yang tidak bekerja di Paris (kalau penghasilan sebagai penari or guru
tari n penterjemah hanya bersifat "dapet uang jajan"), saya lebih suka kalau hidup dengan 2
anak dan tidak perlu mengencangkan ikat pinggang daripada punya 3 anak tapi harus hati2
dengan pengeluaran (ya dong, mana tahu kondisi ekonomi kami di kemudian hari), ehheheheee Cari amannya aja deh

Terlepas dari itu semua, saya pasrah aja sama yang di atas. Manusia berencana tapi Tuhan yang menentukan toh ? Punya 2 anak laki2 juga bikin saya hepi n merasa hidup saya lengkap. Apalagi kalo saya dikasih anak ke 3 yang berjenis kelamin perempuan, trus dapet apartemen lebih besar di daerah yang kami incer n saya bisa jadi guru TK di Paris, wuih, lengkap n hepi banget deh hidup saya, hahahahhaaaaaaaaaa


Kamis, 17 Desember 2009

Gak Pake Baju

Si Tole yang umurnya dah 3 tahun ini tambah ceriwis n rasa ingin tahunya makin hari makin banyak. Lucunya, 2 minggu ini, 3 kali kami melihat orang gila yang tidak ada satu helai benangpun yang menutupi badannya di puteran Semanggi di perjalanan menuju sekolah si mas kecil.

Pertama kali
Tole : Maman, olang itu kok ndak pake baju sih ? Gak malu yah ?
Saya : (mikir bentar tuk kasih jawaban yang masuk akal). Mungkin bajunya lagi dicuci mas,
masih basah, nunggu bajunya kering baru dia pake baju lagi
Tole : iiiii bapak ..... nanti zizinya digigit semut sama kecoa lho .......


Kedua kali :
Tole : Maman, kok bapak itu lambutnya jijik sih ? telus kenapa gak pake baju maman ?
Saya : iya yah, biar nanti dikasih tahu sama pak Polisi biar rambutnya dikeramas trus bapaknya
disuruh pake baju yah
Tole : Iya, Olel udah bisa kelamas sendiri, bapak kan udah besal, kok ndak bisa kelamas sendili
sih ? Nanti dimalahin mamanya lho kalo gak mau pake baju


Ketiga kali :
Tole : Maman, kok ada bapak gak pake baju lagi duduk di bawah pohon ?
Saya : mmmmm orang itu kurang sehat jiwanya mas (akhirnya coba jawab dengan jujur deh)
Tole : ooooo dia lagi sakit ya maman ? Olel minta uang dong maman ...
Saya : mas minta uang untuk apa ? (agak kaget juga dengernya)
Tole : mo kasih ke bapak itu bial dia ke dokter Lineus (DSAnya) sama beli baju balu. Nanti jadi
sembuh deh


Senin, 30 November 2009

Losari Trip


Setelah lebih dari setahun ini kepingin pergi ke Losar Coffee Plantation and Spa yang terletak di daerah Magelang, kira2 1,5 jam dari Semarang/Yogya dan 2 jam dari Solo, akhirnya keluarga kami kesampean juga nikmatin suasana yang damai, bebas polusi, bebas stress selama long wiken kemarin. Puas, seneng, semua orang enjoy n hepi. Udaranya kalau malam cukup sejuk dan siangpun kalau toh matahari cukup menyengat, tapi banyak angin sepoi2. Pohon jengkol, akasia, duren, pete, dkk banyak ditemukan di kawasan hotel ini.

Perkebunan kopi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Adapun villa2nya berupa bangunan rumah joglo asli yang dipindahkan ke perkebunan kopi itu oleh pemilik pertamanya. n dalamnya mengusung sentuhan Jawa dan juga Eropa (lantai dan bath tub dan wastafel di kamar mandi). Saya dan suami yang emang seleranya, "Jawa" langsung jatuh cinta dengan villa2 dan bangunan lainnya yang ada juga bernuansa kental Belanda. Kesan kuno dan kusam jauh sekali karena memang bangunan dan seisinya cukup terawat. Hotel inipun mendukung program, "kembali ke alam dan organik". Penggunaan air untuk mandi misalnya, tuk type villa kami tidak boleh lebih dari 180 L per hari. Tuk perawatan semua tanaman di sana juga tidak menggunakan pestisida sama sekali dan pupuknyapun adalah jenis kompos yang mereka buat sendiri. Jadi restorannyapun juga menyajikan makanan organik dari kebun sendiri. Pilihan dan rasa makanan di restonya OK sekali walaupun tidak bisa dikatakan murah. Palagi air minum, lumayan juga harganya, 20 ribu ++ tuk AQUA yang di botol beling itu, jadi lebih baik beli air minum dari luar, secara air itu kan pasti butuhnya banyak gitu, palagi saya yang emang tukang minum.
Monggo tuk temen2 yang mo liat kayak apa sih Losari Coffee Plantation and spa itu. Kali2 bisa aja bisa dijadiin referensi tuk pergi ke sana. Kalo mo gak nginep juga ok lho, kita bisa pergi ke sana tuk ngopi2 juga. Dijamin gak nyesel deh .....

Let's the pictures talk

Bangunan asli yang memang sudah ada di sana sejak dulu, biasa dikenal dengan "coffee house", tempat para tamu bisa menikmati kue2, teh, kopi, wedang jahe dan jamu di sore hari.


Pemandangan di depan coffee house yang kalau udah sore, kliatan cantik banget dengan cahaya lampu gantung yang bertebaran di mana-mana, romantis lah critanya

Lorong penghubung antar ruangan di dalam coffee house

Salah satu sisi beranda di coffee house. Kursi goyangnya bikin saya bernostalgia dengan kursi mbah saya di kampung. Tuh kan, jadi pengen punya itu kursi di apartemen juga jadinya


Reception, yang bangunannya sendiri dulunya adalah stasiun kereta di Ambarawa. Lampunya bikin saya ngiler2 nih

Catur raksasa yang terletak di sebelah coffee house dan tempat main bilyard dan bar, serta teras yang menjadi tempat fave buat sebagian pengunjung membaca koran di pagi hari


Lampu gantung yang menghiasi seluruh penjuru hotel ini. Tole tertarik banget ama aktifitas salah seorang karyawan di sana tuk nyalain lampu2 ini dan ternyata lampu ini tidak menggunakan minyak tanah, melainkan minyak kelapa sebagai media apinya. Bagus juga idenya, ramah lingkungan kan ?

Pemandangan dari restoran

Hasil jepretan Tole yang kebetulan emang lagi seneng banget moto2, kadang hasilnya mayan aka gak goyang, fokus sama objek

Penampakan villa kami




Kamar mandinya yang saya cukup suka, bath tub yang terbuat dari "copper" (gak tau bahasa indonesianya), dicampur dengan bebatuan dan seluruh lantai di villa ini adalah lantai dari jaman bahela dan dilukis dengan tangan.

Kegiatan yang dibikin di sana :


Jalan2 di kebun kopi. Ada 4 jenis kopi yang ditanam di sana, arabica, robusta, andong sari (kopi jawa) dan excelsa. Ilmu baru juga nih tuk saya ....

Tole yang mulai capek ikutan tour, jalan kaki 2 jam deh kurleb

Liat domba2 di kandangnya sekalian juga liat taneman2 kayak taneman buncis, labu parang, jamur, terong, dll. Pertama kalinya juga tuk saya n suami liat taneman2 itu. Tole yang katanya mo kasih rumput ke si domba, ternyata gitu nyampe di kandangnya gak mau, jijik katanya, hihihih



Seperangkat gamelan yang tentunya mengundang 2 jagoan cilik saya untuk "ngamen"

Tole yang seneng banget dapet kesempatan 2 kali tuk jalan2 dengan mobil golf ini (saya suruh dia tuk minta sama petugas di sana langsung n ternyata si mas kecil berani, pinter deh anak maman ....)


Pangeran saya yang ternyata cukup handal tuk nggiling kopi, hasil gilingannya dikasih ke Tole tuk dibawa pulang. Wuih, bangganya si Tole

Tole yang ternyata doyan banget makan kopi yang masih berupa buah dan disangrai dan ditambahkan irisan gula merah. Liat deh, lahap kan ?

Gadis cilik yang tinggal di sekitar Losari Coffee Plantation and Spa yang kalau hari minggu memang sengaja diundang ke sana tuk main2 dan memperagakan dolanan.

Sayang adek, sayang kakak ....

Met ulang bulan juga yah tuk Flavien, sehat terus ya sayangku ... mmmmuuahhh

Senin, 23 November 2009

maafin maman ya sayang ...

Kenapa judulnya seperti ini ? Iya, karena saya hari minggu kemarin marahin si mas kecil secara agak berlebihan dan perasaan nyesel masih menggelayut di hati saya sampai detik ini. Saya merasa lepas kontrol walaupun ada orang tua yang lebih reaksinya mungkin lebih dari saya kemarin. Semestinya saya masih bisa nahan diri untung tidak memukul tangannya, semestinya saya tidak perlu kasih tambahan 2 cubitan di kakinya, semestinya saya bisa lebih kompak sama suami tuk soal anak, semestinya saya memaklumi kalau Aurele kemarin juga sudah super ngantuk dan capek jadi tidak perlu cepat2 keluar tanduk saya ini .. semestinya ...

Marahin anak adalah wajar. Kasih hukuman ke anak di waktu dia melakukan kesalahan walaupun sudah diberi peringatan sebelumnya juga sah2 saja, tapi main tangan ? Selama ini bentuk hukuman yang saya berikan ke Aurele a
adalah mengunci dia di teras mini apartemen saya yang tembok pembatasnya cukup tinggi selama 3 menit (disesuaikan dengan umur), itupun juga diterapkan kalau peringatan ke 3 gak diperhatikan oleh anak. Nah, tapi kalo khilaf kayak saya kemarin ?

Kronologis cerita :
Setelah jjs di Plaza Indonesia sore itu, Aurele yang sudah kelaperan main puzzle sementara saya langsung mempersiapkan makan malam buat semua. 2 kali terdengar tangisan si kecil yang ternyata dipukul dan dicakar sama masnya karena Flavien gangguin si mas main (diperjelas ; gigitin puzzlenya si mas). Setelah makan malam tuk si 2 bocah siap, mulailah saya menyuapi si kecil dan meminta Aurele makan di meja makan dan memintanya makan sendiri (si papa dah stand by di samping Tole). Karena si papa lapar, jadi beliau pengen anak2 cepet tidur and disuapinlah si mas kecil. Ternyata Aurele males makan n banyak excusenya, biasa deh, kalo dah ngantuk n capek kan anak jadi cranky. Sebetulnya saya gak setuju dengan papa Nico yang sempat menawari Aurele tuk makan di depan TV (maksudnya biar bisa makan cepat gitu), trus lagi dengan nyuapin Aurele sebelum si anak sendiri mencoba makan sendiri (Aurele sudah bisa makan sendiri dengan baik, walau kadang memang masih disuapin kalo sayanya terburu-buru). Sampai Flavien selesai makan, Aurele belum selesai makan menu utamanya, malah sempat melepeh makanannya. Si papapun mulai tidak sabar menghadapi si mas kecil dan berusaha membujuk Aurele dengan membawa beberapa mainan dan buku Aurele ke atas meja makan sementara saya mandi'in Flavien. Aurelepun ternyata gak nunjukin "kerjasamanya" sama si papa malah sempet mukul si Papa dengan penjepit plastik roti n akhirnya hal itu bikin si papa marah, dan saya juga akhirnya marah juga. Saya minta si penjepit itu dan meminta Aurele untuk minta maaf sama papanya tapi ananda gak mau n malah mukul saya juga. Akhirnya saya pukul tangannya (ceples) dan saya ambil penjepit si plastik roti itu dan saya buang ke tempat sampah. Jagoan kecil saya yang membuntuti saya tahu kalo "mainannya" dibuang ke tempat sampah tambah keras nangisnya dan jatuhin si tempat sampah. Sontak sebagian isinya berhamburan dong, mana ada kuah sambel goreng ati yang tumpah lagi. Langsung deh saya jadi beneran marah n langsung "menghadiahkan" 2 cubitan untuk pertama kalinya ke pahanya Tole. Kaget dan tambah keraslah tangisnya. Astagfirullah ... kok saya jadi begini sih marahnya ? Saya sendiri kaget dengan reaksi saya dan langsung menggendong si Tole yang kliatan kalo dia gak kalah kagetnya dengan aksi saya itu. Suami sayapun kaget dan lewat matanya saya menangkap bahwa dia tidak setuju dengan cara saya. Tapi pastinya kami gak membahas "ketidaksetujuan" kami di depan anak dong. Setelah tangis pangeran kecil sayapun reda, langsung saya dan suami bicara dengan dia dan menjelaskan alasan kami orangtuanya marah dan gak lupa meminta maaf. Ya dong, walaupun emang si anak salah, tapi reaksi saya juga terlalu berlebihan. Tole gak kliatan memendam amarah dan langsung bilang, "aku mo ambil lukisan yang tadi, udah keling (kering) belum maman ? Tadi Olel lukis maman sama papa naik bateaunya (perahu) Papi (mertua laki2 saya). Je t'aime maman, je t'aime Papa (I love u gitu artinya)". nyusssssssss langsung perasaan bersalah saya bertambah deh. Pingin rasanya saya peluk2 dan cium2 Aurele sampai dia tertidur dan kalau saja Papa Nico bisa nyusuin Flavien sambil ngelonin, saya pasti bikin itu biar saya bisa nidurin Tole n nyanyi'in semua lagu yang dia minta sebelum tidur.


Penyesalan emang datang belakangan. Hari ini walaupun maman capek abis temenin eyang ke tanah abang, tetep maman sempetin bikinin cheese stick tuk kamu, biar kamu tahu kalo even maman capek atau sibuk, tapi tetep ingat ama pesananmu. Maafin maman ya sayang ... Smoga maman besok2 bisa jadi lebih sabar n bijak ngadepin tingkah kalian berdua. Insya allah. Je t'aime tres fort mon lapin ...


Senin, 16 November 2009

Cerita Borongan

K E K I !!!!!
Hari ini saya keki banget. Tepatnya, sore ini. Mau tau ceritanya ? Oya, sebelumnya, alhamdulillah saya sudah sehat dan segar, makasih tuk perhatian dan do'anya temen2 ya ..... Ati2 tuk para mommies ya, kesehatannya dijaga deh. Sakit dengan buah hati yang masih kecil , yang masih menyita banyak perhatian itu gak enak banget deh !

Begini nih, kebetulan hari ini adalah jadwal imunisasi campak tuk si kecil aka Flavien, so pergilah saya dengan si kecil en si besar ke RS Brawijaya juga yang kebetulan gak mau ditinggal di rumah. Nah, pas ketika saya dan Tole berada di toilet, terjadilah percakapan antara saya dengan seorang nenek yang mengantar cucunya berobat.

Percakapan
Nenek : iihhhh cakep banget anaknya, ini anak bule yah ?
Saya : ini anak saya. Makasih
Nenek : papanya bule yah ?
Saya : iya suami saya bukan orang Indonesia
Nenek : eropa ya ? Perancis ? Kalo dia senyum seperti mamanya deh
Saya : iya. Makasih, ibu bisa aja (Aurele sambil masuk ke toilet)
Nenek : umur berapa anaknya ?
Saya : 3 taun sebulan
Nenek : kecil banget yah, berapa tinggi n berat badannya ?
Saya : waktu itu sih 104cm n beratnya 13,7 (saya sambil masuk ke dalam toilet n membersih
kan Tole yang kebetulan pup)
Nenek : ini nih cucu saya (sambil cucunyapun keluar dari salah satu toilet). Umur 3,5 tahun
tinggi 1m n beratnya 24 kg (dengan nada bangga)
Saya : (sambil keluar dan cuci tangan). oooo ...
Nenek : ayo dong, masak papanya orang bule trus tas mamanya LV anaknya kurus begini .......
Saya : ???????????? (sambil cuciin tangan Tole - kaget banget dengan mulut agak nganga)

Grrrrrrrrrrr ......... keki banget dengerin omongan ibu2 itu. Bukan karena dia bilang kalo anak saya kurus, karena memang saya tidak suka dengan anak gemuk. Sorry to say, cucunya dia itu kegemukan, gak imbang dong tinggi n berat seperti itu. Geraknya juga kliatan lelet meningat berat badannya tidaklah enteng. Buat saya, dengan berat badan segitu Aurele bukan termasuk yang kurus, dan DSAnya pun bilang begitu, kurang sekilo dari berat idealnya memang. Lagipula, saya dan suami memang mencegah anak2 kami untuk tidak overweight aka kegemukan, makanya pola makan Tolepun sudah saya atur sedemikian rupa, tidak ngemil sembarangan (lebih sering buatan rumah yang tidak terlalu manis dan tidak ada istilah makan chips di rumah saya ataupun soft drink), dan kebetulan juga Tole cukup aktif aka tidak bisa diam. Hampir tiap kali makan (kecuali snack time sorenya : smoothies buah atau compote buah dengan 2 pot yoghurt), dia pasti mengkonsumsi 2 pot yoghurt dan 200 cc susu UHT. Cuman emang mungkin badannya aja yang modelnya langsing begitu.
Yang buat saya keki setengah mati adalah : "ayo dong, masak papanya orang bule trus tas mamanya LV anaknya kurus begini ......."
iiiiihhhhhhh mo marah deh ! Usil, resek banget ya ibu itu. Maksudnya apa coba ? Udah tua bukannya tambah bijak n kasih contoh yang baik buat yang muda2, tapi malah kurang pendidikan begini ...
Emangnya kenapa kalo suami saya bule ? Tas saya mahal atau tidak emangnya itu urusan dia ?
Heran bener, kok ada yah type mahluk Tuhan seperti ini. Mungkin buat dia gemuk itu tanda makmur, menunjukkan bahwa tingkat ekonomi seseorang sudah stabil ? Salah besar deh bu ......
Keki setengah mati ? iya juga kali yah, gak seneng aja dengan komentarnya itu. Untungnya sayapun jauh lebih "bijak" dan "berpendidikan" daripada dia. Iya, saya merasa jauh lebih di atas dia karena saya tidak menimpali komentarnya, ya dong, di depan Tole gitu lho, saya harus tunjukkan sikap yang bagus dong. Jadi ditahan aja kekinya, hhihihihihihi

Sori yah, postingan yang ini agak "HOT" walapun saya tidak sedang makan ikan cakalang rica ala resto Beautika kesukaan saya yang super pedes itu. So, biar temen2 gak ikutan "HOT" juga, baca n liat postingan yang lain juga yuk, ada foto2 ultah Tole sebulan lalu, cerita n foto liburan sekolah Tole 3 minggu lalu .... hihihih inilah kalau mamannya terkena penyakit super malas . Masih tetep syah dong..

Ultah Tole

tiup lilin yang minus si Papa (taun depan jangan lupa lagi ya Pa ... karna asik kerja, beliau lupa pulang sebentar sore itu yang rencananya cuman tuk tiup lilin doang, huhuhu)

masukin pinsil ke dalam botol


makan kerupuk
si mas kecil yang tidak sabar tuk nyomot si Thomas

Liburan sekolah
Tanggal 17 Oktober kemarin kebetulan Aurele libur sekolah n alhamdulillah ada rejeki, keluarga kecil kamipun pergi nyempetin liat festival budaya Mangkunegaran di Manggala Wanabakti, pergi ke Bali (4 keluarga), ke Taman Safari dengan Tanti plus Albert n Gary yang kebetulan juga temen sekolahnya Tole n Flavien, ke Lembang dengan eyang, om Dendi n Angga yang dipaksa mbolon kantor n juga tante Wiwi sohibnya om Angga yang dah deket kayak sodara. Ke Bali dengan Nelly, si opung n anak2, Mita, si eyang n anak2 dan Mila plus bodyguard ciliknya. Cuma 4 hari 3 malam tuk keluarga kami n si Papa Nicopun join jum'at malam tapi liburannya tetep seru dong.

Tole yang sempet minta nek panggung tuk minta maen gamelan n nari dengan Syana n Ian anaknya Maya yang kebetulan dapet kesempatan tuk melenggang lenggang di sendra tari

di taman kupu2, Tabanan, tempatnya cantik, laen kali harus ke sini lagi




kavling strawberi, Lembang, Aurele juga minta ke sini lagi. Insya allah ya sayang ....

Selasa, 03 November 2009

Saya dan SM


SM (super males) lagi SM lagi ...... saya sendiri yang punya blog bingung kenapa males banget up date blog. Niatnya sih banyak banget, pengen nyeritain soal anak2, si sulung Aurele yang tambah kritis, kosa kata dalam 3 bahasa yang bertambah (plus kata favenya sekarang itu adalah "o my god", yang kadang masih suka cemburu sama adeknya (hal yang klasik banget yah !), yang seneng banget ngelupasin bibirnya yang kering sampai berdarah-darah (wong, baru sembuh dah dikeletekin lagi, yo gak sembuh2 toh mas !), masih ngefans berat sama semua alat transportasi, n udah 3 tahun sekarang, dll


n si bontot yang dah lagi seneng banget ngerambat di mana2 selama ada yang bisa dijadiin pegangan, seneng banget main sama kakaknya, seneng naik sepeda super mini peninggalan si mas, lagi banyak ngeces lagi n gigit (gigi sebelah mana lagi yang mo tumbuh dek ?), masih kuat nenen, dll.


Belum bisa banyak cerita cos sekarang lagi kurang sehat, kena gejala typhus, jadi insya allah ceritanya nyusul lagi. Tapi biar blognya lama gak diupdate, tetep maman sayang kamu lho 2 cah bagus ... kalo itu gak ada kata "males", suwer deh sayang ...

Je vous aime mes amours