Banyak orang bilang sekarang ini adalah zaman edan dimana halal dan tidak halal bedanya menjadi tipis. Dan ini bukan berlaku di Indonesia saja rupanya, di luar negeri juga sami mawon. Jadi saya tidak perlu berkecil hati sebagai orang Indonesia. Gimana gak edan ? Susu formula ternyata diketahui mengandung melamine, beras putih yang diimport dari suatu negara dan masuk ke salah satu supermarket Asia di Paris, ternyata juga mengandung pemutih, daging sisa dari restoran di Jakarta, ternyata diolah lagi untuk menjadi makanan baru. Semuanya itu menjadi halal di dalam dunia bisnis. Terlepas dari motif apapun yang mendasari si pencipta "inovasi baru" tersebut, mungkin saja karena alasan kepepet karena susahnya mencari lapangan pekerjaan sementara biaya hidup melonjak terus, atau juga memang dikarenakan alasan mencari keuntungan sebesar-besarnya tapi dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, tetap saja buat saya, mereka pelaku bisnis yang cukup kreatif itu tidak berpikir panjang, hanya memikirkan keuntungan sesaat . Untung saja saya masih bisa menghasilkan ASI, masih sanggup membeli beras organik dan masih bisa mengurungkan keinginan saya untuk membeli mie ayam "abang2" untuk sesaat.
Tapi itulah sifat manusia, diciptakan dengan segala kelebihannya oleh sang Pencipta. Akalnyapun dapat digunakan untuk membuat terobosan yang baru yang positif dan negatif. Dan saya sebagai orang awam, rasanya harus siap dengan "inovasi" baru yang mungkin akan bermunculan lagi. Bagaimana dengan anda ?
Nah, dapet kiriman imut aka butterfly award dari jeng Dwi di Bandung. Makasih ya Wi, jangan lupa mampir kalo jadi ke Jakarta lagi, ehhehehee

Kalo yang ini dari Lesca yang tahu brocolnya bikin air liur saya menetes

Nah, dapet kiriman imut aka butterfly award dari jeng Dwi di Bandung. Makasih ya Wi, jangan lupa mampir kalo jadi ke Jakarta lagi, ehhehehee

Kalo yang ini dari Lesca yang tahu brocolnya bikin air liur saya menetes



